Memasuki musim hujan, kesiapan kendaraan menjadi prioritas utama, terutama bagian ban yang bersentuhan langsung dengan aspal. Membiarkan ban botak tanpa kembangan tetap terpasang adalah resep bencana keselamatan jalan raya.
Berikut adalah 5 bahaya utama berkendara dengan ban botak di kala hujan:
1. Bahaya Aquaplaning (Hydroplaning) Aquaplaning adalah kondisi di mana ban kendaraan kehilangan traksi/cengkeraman pada aspal karena terhalang oleh lapisan air. Ban botak tidak memiliki alur untuk membuang air, membuat kendaraan melayang tidak terkendali di atas air.
2. Jarak Pengereman Menjadi Lebih Jauh Grip yang berkurang drastis pada ban botak membuat rem tidak dapat bekerja optimal. Jarak pengereman yang dibutuhkan untuk berhenti menjadi jauh lebih panjang, meningkatkan risiko tabrak belakang.
3. Risiko Tergelincir di Tikungan Saat berbelok di kondisi jalan basah, gaya sentrifugal membutuhkan grip ban yang kokoh. Tanpa alur ban yang memadai, mobil atau motor akan sangat mudah tergelincir keluar jalur tikungan.
4. Rentan Mengalami Kebocoran Dinding tapak ban yang sudah tipis membuatnya sangat rentan tertusuk benda tajam kecil seperti kerikil tajam atau kawat ban di jalan.
Segera periksa indikator keausan ban (TWI) Anda. Jika tanda segitiga TWI sudah sejajar dengan tapak ban, segera lakukan penggantian demi keselamatan Anda!
Tim TambalBan
Penulis edukasi otomotif dan penguji kelayakan ban di TambalBan.net.